Jenis-Jenis Kopi: Luwak Indonesia Untuk Dunia

Para penikmat kopi sejati, berterima kasihlah pada luwak karena telah menghasilkan kopi yang sungguh nikmat.

Di alam liar yang menjadi habitatnya, mamalia ini mengkonsumsi apa saja yang ditemui. Apalagi jika sedang kelaparan. Tidak hanya buah kopi yang menjadi makanan favoritnya, luwak juga mengejar serangga kecil.

Dengan berbagai jenis makanan dan pola makan seperti itu, Anda dapat membayangkan bagaimana kotoran yang dihasilkan dari anus binatang ini. Tetapi, justru ampas luwak inilah yang menjadi- glek- kotoran paling ditunggu, paling mahal dan paling nikmat yang diburu penggemar sejati kopi di berbagai hotel di seluruh dunia. Bintang film Hollywood sekaliber Piala Oscar Jack Nicholson dan Morgan Freeman adalah dua diantaranya.

Inilah salah satu jenis kopi terbaik yang banyak ditemukan oleh tim Terios 7 Wonders: Sumatra Coffee Paradise (ekspedisi pada 2012). Kopi jenis ini memang sangat mahal. Secangkirnya (atau sekitar 200 mililiter) di sebuah kafe di Eropa bisa berharga lebih dari $6 dolar (Rp 57 ribu).

Luwak memang istimewa. Mengandalkan instingnya yang kuat luwak memilih hanya buah terbaik. Kopi ini memang unik. Enzim di dalam pencernaanya memproses sendiri biji kopi untuk kemudian mengeluarkan biji kopi ini dalam keadaan utuh dalam gumpalan-gumpalan berupa kotoran.

Biji kopi inilah yang kemudian dipanen untuk selanjutnya dicuci hingga bersih. Setelah itu, dijemur hingga kadar air berkurang hingga hanya 10%. Setelah itu, kopi boleh disangrai, lalu dihaluskan menjadi bubuk. Hmmmm.

ARABIKA

Biji kopi yang dihasilkan Arabika berukuran kecil. Sementara pohonnya lebih tinggi dibanding jenis Robusta. Kopi jenis tumbuh subur sepanjang jalur Sumatera. Tanaman ini dapat tumbuh hingga tiga meter di bawah suhu antara 18 derajat Celsius hingga 26 derajat Celsius. Untuk yang sudah masak berwarna hijau tua hingga merah gelap. Awalnya
kopi ini berasal dari Etiopia.

Perdu ini dapat tumbuh di daerah beriklim tropis di atas ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Perkebunan Mandailing, Kaban Jahe hingga Takengon menjadi lahan subur kopi jenis ini.

ROBUSTA

Sedangkan kopi Robusta yang nenek moyangnya berasal dari Kongo, Afrika, memiliki ukuran daun dan pohon relatif besar dengan buah yang juga lebih besar dibandingkan Arabika. Kariernya memang tidak sebagus kopi luwak atau Arabika. Kopi Robusta dikenal sebagai jenis kopi kelas dua, menawarkan rasa sedikit pahit dan asam. Dari pengalaman para petani kopi di beberapa tempat di Sumatera, luwak ternyata lebih doyan Arabika.

Faktanya, saat ini Robusta maupun Arabika telah menghasilkan begitu banyak jenis minuman dengan berbagai campuran bahan (coffee blend) yang memiliki rasa dan aroma berbeda. Kopi ini umumnya berasal dari manca negara seperti black coffee, espresso, latte, caffè machiato, cappuccino, dry cappuccino, frappè, melya, kopi moka dan banyak lagi.

Sumber: Majalah Daihatsu Sahabatku: Terios 7 Wonders, Eksplorasi Surga Kopi Sumatra

 

Daya Daihatsu Puri

Daya Daihatsu Medan